Eva Manurung, seorang suster yang telah bekerja sejak tahun 2016 di Puskesmas Malagainari. Saat ini berusia 47 tahun dan memiliki seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Aprilia Namanya lahir di Wamena, 24 April 2017 setelah lahir Ia langsung dibawa ke tempat tugas ibunya. Puskesmas Malagainari terletak di Distrik Malagai Kabupaten Lanny Jaya berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya. Sepanjang perjalanan ketempat ini kita akan disuguhkan oleh pemandangan gunung disamping kiri dan kanan yang selalu memuaskan mata dan membuat kita merasa seolah-olah berjalan dalam sebuah lukisan cantik.
Si anak manis berdarah batak asli ini sejak berusia 6 bulan sudah ditinggalkan bersama penduduk setempat, Mama Kiwo istri seorang mantri yang sudah siap sedia merawat Aprilia ketika ibunya pergi keluar daerah. mereka merawat Aprilia dengan penuh cinta kasih, membawa Aprilia dalam gendongan nokennya ketika bekerja di kebun dan memberikan hipere atau ubi patatas ketika si bayi lapar. Aprilia kecil tumbuh dan berkembang bersama anak-anak mama Kiwo, dari mereka ia belajar dan memahami bahasa lanny. Bahasa yang pertama kali diajarkan ketika ia mulai melatih berbicara.
Gadis manis yang suka bernyanyi dan memasak ini sudah dilibatkan pada pelayanan kesehatan sejak usianya setahun dengan alasan sudah tidak ada yang menjaganya dan ini membuat dirinya hingga detik ini sangat suka jika dilibatkan dalam pelayanan Posyandu. Si gigi coklat ini akan antusias untuk menyiapkan perlengkapannya dengan warna senada dari sepatu hingga aksesories topi atau bendana. Aprilia selalu menawarkan diri untuk membantu. Tangannya yang kecil akan erat memegang safety box kala perjalanan yang ditempuh dekat dan jika sudah kelelahan salah seorang petugas kesehatan akan menggendong dirinya, Para kader juga akan dengan senang hati menggendong dan bercerita dengannya. Perjalanan pelayanan Posyandu bisa ditempuh dengan mobil maupun dengan berjalan kaki, tapi itu tidak menyurutkan semangatnya. Kemampuan berbahasa Lanny yang dimilikinya membantu tim kesehatan untuk lebih memahami pembicaraan masyarakat begitu juga sebaliknya.
Si kecil yang ramah ini mulai membantu menerjemahkan maksud dan tujuan kedatangan petugas kesehatan ketika Bulan Imunisasi Anak Nasional. Ia menjelaskan dalam Bahasa lanny kepada anak seusianya bahwa imunisasi itu penting dan untuk kesehatan anak-anak. Hadirnya Aprilia menjadi kebahagian tersendiri bagi orangtuanya ‘’saya berharap Aprilia bisa menjadi dokter dan kembali mengabdi disini menggantikan kita to kan kita sudah mulai tua to!’’ Kata Suster Eva. Selain itu kehadiran Aprilia juga dirasakan membawa manfaat ‘’ Aprilia itu satu dari sekian ribu kami apa yang Namanya datang melayani di Papua di pelosok ini yang lahir dan sama-sama tinggal, makan di honai bersama orang asli sini dan menetap disini dan kami bersyukur beliau pintar Bahasa Lanny dan bisa menyatu dengan masyarakat bahkan lebih dari kami harapkan semoga anak ini tumbuh dengan campur tangan Tuhan dan suatu kelak anak ini bisa kembali melayani sebagai seorang dokter di tempat ini menggantikan kami!’’ Kata Pak Pilipus kepala Puskesmas Malagai menatap senduh.
Sekalipun ditititp di rumah mama Kiwo namun anak ini mendapatkan imunisasi lengkap sejak berusia 0 bulan- 24 bulan. Cita-cita Aprilia yang ingin menjadi dokter membuat anak ini sering mengajak teman-teman seusianya untuk mendapatkan imunisasi ketika pelayanan Posyandu di Puskesmas. Aprilia menjadi perantara informasi yang baik, ketika Aprilia bicara masyarakat akan mendengarkan. Aprilia sudah dianggap bagian dari kehidupan mereka ‘’Aprilia itu saya yang kasih imunisasi, jadi dia imunisasinya lengkap. Harapannya mudah-mudahan kedepa bisa menjadi Dokter dan kembali ke Malagai untuk mengabdikan diri, kita beruntung dengan hadiirnya Aprilia seperti cepat tanggap Bahasa Lanny dan bisa bergaul bebas dengan anak-anak sini!’’ Jelas Bidan Kepar terisak.
Dari Aprilia masyarakat mengharapkan para petugas kesehatan bisa mempelajari bagaimana seorang gadis cilik mampu menyentuh hati masyarakat Papua Pegunungan. ‘’An Aprilia Kogoya!’’ kata Aprilia setiap memperkenalkan dirinya, Aprilia selalu menempatkan diri sebagai seorang kogoyanak yang berarti anak dari perempuan bermaga kogoya, salah satu Marga terbesar di Kabupaten Lanny Jaya.